Saat kita memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan, tentu bekal dari perjalanan itu alangkah baik di persiapkan lebih awal sampai waktu perjalanan itu tiba. Sama halnya dengan kehidupan, dikala kita sudah memutuskan suatu keputusan dan pilihan dalam hidup kita alangkah baiknya bekal itu dipersiapkan secara matang dan pas sesuai porsi. Di pengalamanku, perjalanan dimulai dengan niat. Kenapa niat? karena tidak diawali dengan niat, bisa saja ditengah perjalanan bahkan baru akan memulai perjalanan rasa tidak nyaman , tidak ingin, "mager menggelayut di dalam diri. Ya seperti ada 2 sisi di dalam jiwa yang terus menggiring ke dalam kebimbangan. Haha labil yaa

        Setelah di mulainya suatu perjalanan itu akan diawali dengan adanya adaptasi, dimana perasaan tidak nyaman, ingin berhenti sering kali hingga dan berkecamuk di dalam jiwa. Tapi terus paksa, ingat 1 pepatah, kita takkan tahu sebelum kita mencoba, walau didalam itu banyak mental, tenaga dan air mata mewarnai suatu proses dalam perjalanan kehidupan. Perjalanan pun terus menerus berjalan hingga rasanya sudah jauh sekali aku menjalaninya tetapi ketika diperlihatkan oleh "track " dalam sebuah aplikasi ternyata baru sejauh satuan kilometer aku berjalan. Perjalanan panjang butuh istirahat ...

        Tak selang berapa lama, 2 sisi dalam jiwa kembali berontak, dengan sisi baik berbisik "Alhamdulilah dapat beristirahat sejenak" tetapi dengan sisi lain "Udah jauh - jauh dapat apa? capek iya, bekal habis iya, pulang wes". Kita bimbang dengan bisikan 2 sisi yang ada dalam diri. Yang ada penyesalan, capek, mengeluh keluar dari batin yang selama ini menyembunyikannya. 2 Sisi bertolak belakang dengan artian fisik melanjutkan perjalanan tapi batin berat untuk melangkah. Ingat Tetap PAKSA. Saat kembali melanjutkan perjalanan, tentu di luar harapan maupun bayangan kita, kadang yang kita rasa itu sulit ternyata mudah dan sebaliknya. Tanpa kita tahu dan tanpa kita duga sebelumnya bahwa perjalanan ini terus berjalan hingga tak sadar bahwa sudah sangat lama perjalanan ini berjalan, menciptakan kenangan, menggoreskan kebahagiaan, bahkan tidak sedikit membuat kekecewaan. 

    Bekal perjalanan selalu harus diperhitungkan bahkan bila dapat diisi ulang, terus isi bekal itu untuk melanjutkan perjalanan. Hingga tibalah pertanda tujuan mulai muncul di persimpangan jalan. Perasaam dan jiwa senang bukan kepalang. Rasa lelah, perjuangan batin dan fisik seakan terbayar sudah. Hingga tibalah di akhir perjalanan mencapai tujuan dengan adanya perasaan bangga dan bahagia.

Mungkin beberapa orang di luar sana sedang merasakan perjalanan hidup ini sungguh berat dan tidak adil, bahkan serasa hanya perjalananku yang sangat berat, sulit dan menyiksa. Ketahuilah wahai kalian, setiap seseorang itu akan mempunyai perjalanan dan track hidup masing - masing, mungkin sering di mudahkan bahkan memang harus berusaha keras dahulu agar dapat melewatinya, tetapi percayalah, bahwa tujuan kita semua sama yaitu memperoleh BAHAGIA.



                                                                                                             - Yogyakarta , 09 September 2021-

                                                                                                                                        pen. teduh

                                                

        

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini