Perjalanan unik penuh cerita

  


Siapa sih, yang tidak ingin menuju perjalanan yang lebih baik? Tentu semua orang menginginkannya, termasuk aku. Sebelumnya menuju lebih baik yang terlintas dalam pikiran pertama kali adalah hanya merubah penampilan menjadi yang sesuai dengan tuntunan agama. Tetapi ternyata..hmm perjalanan itu sangat penuh dengan perjuangan, lika – liku perasaan bahkan tantangan.

Awal perjalanan menuju ke arah sana bermula saat aku merasa bahwa Allah tidak mendengar doaku saat teman yang lain mendapatkan apa yang mereka mau, ya diterima di salah satu univesitas impian. Sore hari saat cuaca tidak mendung bahkan tidak panas. Hari pengumuman dan penentuan jawaban ikhtiar pun tiba. Sebuah situs resmi yang akan menjadi tujuan perhatian kala itu. SBMPTN. Saat hitungan mundur detik dilayar komputer sengaja aku pandangi untuk segera menemukan jawab dari ikhtiar yang telah aku lakukan. Bismillah. Jari jemari mulai mengarahkan kepada tombol huruf untuk mengetikkan perintah di layar.

Proses pencarian pun akhirnya memunculkan jawabannya setelah sekian lama memproses perintah. Qodarullah saat itu yang aku terima jawaban “tetap semangat jangan menyerah” berwarna merah yang sangat jelas berada dilayar komputer. Awal hati berdebar seketika berhenti sejenak untuk mencerna apa yang ku tatap. Aku sisihkan layar komputer di atas meja belajar lalu aku raih sebuah boneka cokelat yang ada tepat disampingku. Tidak terasa air mata menetes di pipi. Perasaan saat itu? Tentu sedih, ingin marah tapi yang aku bisa lakukan hanya menangis meluapkan apa yang sebenarnya aku rasakan.

Masih seperti tidak terima, lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Pikirku saat itu. Allah tidak mendengar doaku, lalu aku bagaimana ini ya Allah, pikiranku sudah memikirkan jauh apa yang akan terjadi besok kedepannya. Hanya terisi air mata yang jatuh dari pipi hingga tak terasa malam terlewati hingga bertemu fajar lagi. Hari selanjutnya sudah menyapa,  tidak tahu apalagi yang harus dilakukan pagi itu. Aku singkap selimut dari dipanku, lalu mencoba membuka pintu kamar untuk menawar perasaan yang belum pulih dari lukanya. Ternyata cuaca cerah diluaran sana tanpa semangat aku menyapa mentari yang masuk dari jendela.

Kalimat yang pertama kali dapat aku cerna setelah hari tertidak ku duga kemaren tiba adalah “Masih ada kesempatan” untuk berjuang di jalur berikutnya. Seketika kalimat itu hanya lewat dalam indera. Banyak dukungan yang datang menyapa, “Semangat” hanya itu sebagian besar inti dari dukungan yang aku terima. Perasaan campur aduk saja saat itu yang aku terima sedih, kecewa, menyesal dan pikiran – pikiran buruk lainnya.

Seketika itu aku beranjak dari tempat tidurku seakan tidak ada lagi kegiatan yang aku bisa lakukan saat itu. Tepat disamping ranjang kayu terdapat sehelai karpet bermotif ka’bah yang seakan memanggil hati nuraniku. Bergegas aku mengambil air lalu membasuh seluruh bagian tubuh untuk bersiap bersujud dihadapanNya. Seakan tak pantas setelah kemarin aku begitu kecewa, berduka dan tidak terima. Tapi hari ini akan aku jelaskan semua apa yang aku rasa. Lengan tangan kuangkat keatas sambil mengucap “Allahu Akbar” tak kuasa ku bending air mata dari rakaat pertama hingga akhir gerakan salam. Kemudian aku serahkan semua batin , pikiran dan perasaan hingga akhirnya perasaan lega itu kurasa.

Setelah rasa lega itu aku dapat adaptasikan ke jiwa. Tiba aku menenangkan diri sembari mencari kabar terbaru lewat ponsel ditangan. Mungkin hari ini tidak akan bisa terjadi jika kala itu aku tidak mencoba untuk menenangkan diri dan memutuskan untuk tidak larut dalam duka. Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit membuatku merasa tertampar, tersinggung dan merasa bahwa aku adalah hamba yang selalu meminta. Sekilas video itu berisi makna “ Allah itu tidak mengabulkan apa yang kamu inginkan tapi Allah mengabulkan apa yang kamu butuhkan”. Mungkin kata – kata tersebut tidak terlalu membuat orang lain yang mendengarnya tertampar. Tapi menurutku ketika perasaan yang tidak tentu sedang hinggap dalam hatiku Allah kirimkan sedikit sentilan untukku supaya aku dapat mengambil hikmah apa yang telah terjadi.

Dari titik itu, diri ini berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, seketika membentuk jiwa berpikir secara dewasa, dan menjadikan pelajaran mendalam bagi suatu tahap kehidupan. Bulan demi bulan berlalu setelah waktu itu, ada sebuah kabar bahwa aku mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengajar di salah satu lembaga. Menurutku itu tidak terlalu sulit dengan bakat atau passion yang ada di diriku. Coba mendalami proses itu hingga akhirnya kata nyaman menyandang perasaanku saat itu. Waktu demi waktu akhirnya terlewati dan diri ini selalu berproses menjadi yang lebih baik lagi. Titik balik hidup dan kedewasaan hari itu mengajarkan arti penting di kehidupanku.

Setahun setelah itu, Allah bukakan lagi hatiku dengan memberikan makna – makna yang tidak akan aku duga sebelumnya. Pelajaran hidup saat ini sangat membuatku bersyukur masih bisa diberikan kesempatan menjadi lebih baik lagi oleh Nya. Maka dari kejadian itu dan keputusanku menjadi seorang yang berjuang dan berusaha lebih baik lagi terus berlanjut dan akan terus berlanjut. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada diri dan hati ini. Sekian cerita singkat dalam hidupku yang semoga memberi manfaat kepadamu. Tarik aku jika kau tak menemukanku di surga dan ajak kumpul bersamamu wahai orang baik yang sedang berusaha menjadi baik karena Allah. ~


                                                                                            Yogyakarta, 25 Juni 2021 

                                                                                                    - pen.teduh-

Komentar

Postingan populer dari blog ini